Sore itu saat aku dan teman-temanku sedang berkumpul di
taman sebuah universitas yang cukup terkenal di kota ini,kami semua berbincang
tentang topik yang sama,yaitu tes SBMPTN yang dilaksanakan pagi tadi dan esok
pagi,yap kami semua sedang mengikuti tes yang akan menentukan diterima atau
tidak di PTN yang kami inginkan,bukan cuma kami semua peserta mungkin
menginginkannya,
“haaah,capek tadi!tesnya susah amat!kangen
rumah juga...” keluh salah satu temanku
“iya,baru aja ninggalin rumah 2
hari,tapi udah kangen keluarga aja nih,ya gak den?”
“iya hahaha,jadi cepet pengen pulang
nih” kataku sambil tertawa
Kami adalah perantau dari luar
kota,yah,maklum lah demi masuk PTN yg didambakan harus ada perjuangan juga
kan?salah satunya merantau ke luar kota untuk mengikuti tes ini,selama berada
dikota ini aku dan teman-temanku ngekos,tapi sialnya aku dapet kos an yg cukup
jauh dari lokasi tes,selain itu aku juga sendirian karena semua temanku udah
dapet kos an masing-masing.
Sore telah berganti malam,dan saatnya untuk kembali ke gubuk
sementara,seperti biasa aku masih setia dengan motor sportku yang sudah kuno
ini,mengapa kuno?lah?ini motor sport keluaran jadul,mesin 2 tak,suara jantan
banget,dan larinya yg ngebut!(tapi pada zaman kejayaan motor ini),tanpa
basa-basi ku starter motorku ini,
“trengggggg!!!trengtrenggggg!!!!”
“wah ngeri coy,motor 75 mu masih
galak juga yaaa,haha!” ejek temanku
“eee,ini nih sepuhnya motor ninja
jangan diremehin bro” balasku
“haha,yaudah be careful coy,jangan
ngebut ya?ntar mogok lagi?haha”
“sial lu,gimana mau ngebut?lari nya
kaya kakek gue saat ikut lomba lari 17an,yg bener aja” kataku pasrah
Akhirnya kami semua berpisah menuju
Kos an masing-masing,saat tengah asik menikmati jalan aku merasakan ada yg
tidak beres dengan mesin motorku ini,rasanya seperti mau tepar nih motor, ”ceguk,ceguk,treeing,bbrrruttttuttuttu”
Haah,ternyata motorku mogok!sial
banget duh!mau tidakmau aku harus menuntun motorku ini sembari mencari tempat
yg tepat untuk memperbaikinya,dan akhirnya aku memutuskan berhenti didepan
sebuah mini market yg cukup terkenal di Indonesia ini,setelah 2 jam berkutat
dengan motor,motor pun bisa nyala lagi,wah betapa senangnya diriku ini,namun
tubuh terasa lelah dan haus,kebetulan sekali aku berada tepat di depan mini
market ini,bisa beli minuman deh,segera aku bergegas masuk.
“selamat malam,silahkan berbelanja
dengan nyaman.....” ucap seorang gadis kasir mini market tsb
“ii...yyaaaa” jawabku grogi
“yaampun,mbakmbak kasirnya cantik
banget!aduh!” batinku berbunga-bunga
Selama ada didalam mini market
tersebut tak henti-hentinya aku memandangnya,sampai-sampai aku tak sadar apa
yang ku ambil dan akan kubayarkan kepada
gadis kasir yg cantik tersebut,kupandang wajahnya yg mulai tertawa kecil
melihat barang apa yg akan aku beli,
“kak,gak salah mau beli ini?” Tanya
gadis kasir itu sambil menahan tawanya
“beli apa?” jawabku setengah sadar
sambil memperhatikan barang tersebut
“ini minuman datang bulan untuk
wanita loh?kakak kan pria?hehe?” jelas gadis kasir itu
“eh!buset dah!apaan?nggak!yaampun salah
ngambil nih saya!” jawabku spontan
“tobat dah!kenapa ngambil ini!”
gumamku sambil membalikkan badan utk menukarkan minuman tersebut
.....
“nah ini nih yg bener!fiyuhhh...” kataku
sambil memberikannya kepada gadis kasir itu
“udah bener nih kak?ntar salah lagi,hehe,saya
total yaaa”
“aduh udah
cantik,baik,ramah,wwaaahh” batinku
“semuanya 10.500 kak”
“oh iyaiya,tunggu bentar ya”
Saat akan mengambil uang dari dalam
tasku,aku menemukan satu plastik uang recehan,lah ternyata si Alvin temanku
diam-diam menukar uangku dengan recehan ini,seketika aku tertegun,melihat
sekitar,wah untung sepi nih...
“si Alvin nih!sial banget,semua duit
dalem dompet ilang!pasti ngutang lagi tuh anak!mana cadangan uang ketinggal
dikamar kos lagi,ampun...” batinku
“mbak bayar pake uang apapun boleh
kan,yg penting halal,iya gak?” jelasku dengan PDnya
“iya kak,emang ada apa sih?” Tanya
gadis itu penasaran
“kliiittttiikkkk,satu,kkkkllliitiik,dua,kkkllliitiik,tiga....”
dan seterusnya sampai uang recehan tadi menjadi terkumpul sebanyak 10.500,gadis
kasir itu bengong melihatku menghitung recehan sembari menahan tawanya itu,
“udah selesai ngitungnya?” Tanya
gadis kasir itu
“aaaddduuhh,hehehe,emmmm,hehehe,mbak
uangku kurang 500 nih?gimana ya?” jawabku polos
“yaaaahhh,ngitung lama,malah kurang,yaudah
deh,nggakpapa,sekalian amal” balas gadis itu sambil tertawa
“makasihhh yaaa!“
“dasar,cowok lucu,hheehee” gumam
gadis kasir tersebut
Setelah keluar dan berniat mencoba
kembali motor,eeeee mogok lagi motornya,terpaksa harus jadi bengkel dadakan
lagi,tak terasa sudah sangat larut,mini market sudah tutup namun aku tak
menyadarinya,karena sibuk dengan motor,lalu...
“kak,lagi ngapain?kok masih disini?”
Tanya gadis kasir tadi
“eh,mbak kasir iya nih motor mogok
lagi” jawabku
“berarti dari tadi disini?gak capek
kak?”
“capek sih,tapi capek ilang kalo
liat mbak,hehe” batinku dalam hati
“kak?halo?jangan bengong!” kata
gadis kasir tersebut
“eh iya,maaf mbak,nanya apa tadi?”
“haduh jangan panggil mbak dong,aku
seumuranmu tau?panggil Ve aja ya?”
“oh,Ve yaaa,aku deny,salam kenal ya
Ve!em,mau pulang emang?”
“iya nih” jawab Ve singkat
“aku anterin mau nggak?motor udah
gak rewel nih,hehe” tawarku pada Ve
“nggak ah nanti ngrepotin kamu
lagi?” tolak Ve
“nggak kok,lebih aman kan,ini udah
malam lho,banyak bahaya.mau ya?”
“emmm,oke deh!”
Saat
diperjalanan mengantar Ve pulang,kami bercerita banyak hal mulai dari
dirinya,diriku,dan motorku (apaan sih?nih motor ngapain diceritain,butut juga!),yah,ternyata
Ve juga ikut tes SBMPTN,aku tanya alasan
kenapa ia sudah bekerja,ternyata karena faktor ekonomi,ia bilang ingin sedikit
meringankan beban orang tuanya,ia hanya bekerja saat malam saja,setelah sampai
dikediaman Ve aku merasa aneh,semua orang disekitar rumah Ve menatap dengan
mata sinis,apa yg terjadi?sepertinya mereka benci melihat Ve,aku merasa sangat
bingung,lalu aku ditawari Ve untuk mampir sebentar,namun aku menolaknya,karena
sudah larut malam dan esok adalah hari penting jadi aku langsung pulang saja...
Pagi
ini adalah tes SBMPTN hari kedua,sekaligus hari terakhir,semua antusias sekali
tak terkecuali diriku yg sedang berbunga-bunga karena berkenalan dengan gadis
kasir cantik bernama Ve,setelah tes selesai aku sengaja tidur di kursi panjang
bawah pohon rambutan,sembari menunggu suasana parkir dan jalan agak sepi,namun disela-sela
diri sedang bermimpi indah ada seseorang yg tak asing lagi...
“Den....den....halo?bangun!!!”
terdengar suara perempuan
“waaaaaa!!!!!ggeeddeeebbbuukk!!!”
karena kaget aku terjatuh dari kursi itu
“aduh,sakit coy.....haah?Ve!?”
sapaku kaget kepada Ve sambil memegang kepalaku
“cie,mimpi apa tadi sih?sampe jatuh
gitu?haha” ejek Ve
“hehe,aku mimpiin kaaamm..”
“bbiinnggg?” sambung Ve
“yaaa,kambing...,eeehh!!!enggak lah
ngapain juga!”
“ihh,dasar cowok lucu!” ejek Ve lagi
“biarin!” kataku
“kamu tesnya disini juga Ve?wah sama
dong,haha”
“iya,tapi kemarin belum liat
kamu,kan belum kenal,haha” jawab Ve
“tapi sekarang kan udah kenal,jadi
kita teman kan?walaupun baru kenal,aku merasa senang lho!”
“ii..yyy..aa,kita teman!aku juga
sama....” jawab Ve tersenyum
Aku dan Ve ngobrol cukup lama di
kursi bawah pohon rambutan tersebut,sesekali aku mengambil rambutan untuk kami
berdua,tak habis-habisnya topik bicara antara aku dan Ve,aku dan Ve selalu
melempar canda sehingga kita saling melempar senyum...
“buah rambutannya manis
yaa,nyam!nyam!” kataku sambil memakan 3 buah rambutan sekaligus
“iihh,atuatu makannya den!keselek
repot ntar!” tegur Ve
“udah kasep nih,hahahaah” balasku
“hehe..,emm,kamu balik hari ini
den?” Tanya Ve
“iya,mungkin,kenapa?mau ikut?” ajakku
pada Ve
Ve hanya diam,wajahnyanya berpaling dari
diriku,seketika aku merasa selama ini dia kesepian,sepertinya jarang
menghabiskan waktu dengan teman-temannya karena ia juga sibuk harus membagi
waktunya untuk bekerja demi menopang ekonomi keluarganya...
“Ve?kamu nggakpapa kan?” Tanyaku
pada Ve
“aa...kkuu belum pernah merasa
senyaman ini didekat teman-temanku,mungkin karena aku terlalu menutup diri
dengan lingkungan?tapi buat apa jika mempunyai teman,tetapi tak pernah
mendukung diriku saat terpuruk,mereka mengucilkanku,semua orang berpikir
negative tentang diriku,aku hanya ingin membantu keluarga,untuk itu aku rela
pulang larut malam,aku berbuat benar namun bagi mereka salah!mereka tak tau apa
yg aku kerjakan!aku tak seburuk seperti yg mereka pikirkan!” jelas Ve dengan
mata yg berkaca-kaca
“ohh,aku mengerti,tadi malam semua
orang disekitar rumah Ve itu.....” batinku
“Vvvee...?” ucapku lirih
Suasana yg ceria seketika menjadi
hening ketika Ve berkata seperti itu,aku merasa bingung,sedih,tak tau apa yg akan
kukatakan kepada Ve untuk memecah keheningan ini,lalu aku menemukan suatu
ide!aha!segera mungkin aku duduk didepan Ve sembari menyanyikan sebuah lagu
untuknya...
“tepat
di depan matamu,ada sungai mengalir luas sebuah sungai yg besar,walaupun gelap
dan dalam walaupun arusnya deras...tidak perlu ketakutan walaupun kau terpisah
dan tepian pasti ada lebih percayalah pada dirimu.....”
Seketika Ve terhenyak dan
memandangku dengan sangat heran,kulihat pipinya telah terbasahi oleh air mata
kesepian yg dipendam oleh diri seorang gadis kasir bernama Ve itu...
“seluruh manusia pasti mengalami
rintangan Ve,manusia juga butuh proses untuk melewati rintangan itu,dan
kamu,sudah dalam proses tersebut!memang tak mudah!tapi tetaplah berjuang!aku
yakin kamu cewek yg kuat!lepaskan kebencianmu,believe yourself yaa...!!!”
jelasku sambil mengusap air mata Ve
“iya...makasih den,walaupun baru
kenal,tapi kamu adalah sahabat terbaikku!” ucap Ve sambil tersenyum
.....
Siang pun sangat cepat berganti malam,Ve tetap bekerja seperti
biasanya sebagai gadis kasir di sebuah mini market,sebelum mini market akan tutup,Ve menyempatkan diri
untuk merapikan semua rak makanan,namun karena terlalu lelah,ia kehilangan
fokus lalu dengan tak sengaja ia melakukan kesalahan hingga barang dagangan
jatuh berserakan dilantai,Ve sangat kaget atas kesalahannya tadi dan segera
merapikannya kembali,namun......
“aduh,kok bisa gini sih,aku udah
lelah banget nih,berantakan semua!!!” keluh Ve sambil merapikan dagangannya
“mbak kasir?lagi ngapain?tuh kasirnya
kok ditinggal?ntar saya rampok lho uangnya?” kataku
“deny?kok kamu disini?aku kira kamu
udah pulang sore tadi?” Tanya Ve heran sambil menolehkan kepalanya kearahku
“hehe,batal deh,aku belum sempat
jalan-jalan keliling kota ini,kira-kira ada yg mau nemenin gak ya?” tanyaku
sambil membantu Ve merapikan dagangannya
“kamu mau nggak?” tanyaku lagi
“ehm,beneran nih???” balas Ve
“iya toh,masa benerin?aneh jadinya
kan,”
“apaan sih,iya deh aku
temenin,nyasar nanti kamu yg repot!” ejek Ve
Keesokan
harinya,aku sudah bersiap untuk menghabiskan satu hari penuh dikota ini,tentu
saja bersama Ve,aku berharap hari terakhirku dikota ini akan sangat
menyenangkan,setelah selesai berpakaian,aku langsung saja menuju kerumah Ve,setelah
menjemput Ve,kita berdua berkeliling kota dengan motor bututku ini,dari mulai
tempat yg ramai sampai tempat juga yg sepinya kaya kuburan,wah betapa senangnya
diriku ini.
Tak terasa hari sudah sore,Ve
mengajakku ke tempat dimana ia menghabiskan waktunya jika ia sedang sedih atau
ingin menenangkan diri,aku sangat penasaran juga tak sabar melihat tempat itu,ahhh,mulai
ada perasaan gelisah dan takut menghantui diriku,bukan karena tempatnya sakral
nan menakutkan,ternyata tempat yg kita berdua tuju adalah perbukitan,haduh tak
bisa kubayangkan nih motor? apa kuat naik turun bukit.
Dan ternyata benar,beberapa kali
tanjakan disitulah motorku mogok,tiap kali mogok Ve selalu marah dan
memanyunkan bibirnya itu,tapi aku senang,karena Ve sangat terlihat berbeda hari
ini,setelah beberapa kali berjuang melawan mogok,akhirnya sampai juga di taman
diatas bukit ini,wah memang benar disini sangatlah nyaman,tak heran Ve sangat
betah berada disini...
“yyaaa sampai deh!bagus kan
tempatnya!!!” pamer Ve
“hah,ini,hah,haduh,diem dulu deh!”
kataku ngos-ngosan
“ih,kamu kenapa sih?nyebelin tau
ga?” balas Ve sambil memanyunkan bibirnya
“ampun Ve,aku lelah nih,dari tadi
fix motor terus,kamu tinggal manyun aja,jelek tau?” balasku
“iya!emang aku jelek!kenapa!!!?”
bentak Ve
“wih,ngambek?dasar hehe,nggak
kok,kamu lucu kalo lagi manyun gitu?”
“halah kamu boohhhoo...”
“juga cantik.....” balasku sambil
tersenyum
“a..aapa?” Tanya Ve heran
“cantik!eh yuk main layangan?ada
abang yg jual layangan tuh?” ajakku
sambil menarik tangan Ve
Setelah membeli sebuah
layang-layang,kita berdua bermain bersama,mencoba menerbangkan layang-layang
setinggi-tingginya,kami berdua sangat bersemangat,karena terlalu bersemangat
layang-layangnya pun tersangkut di sebuah pohon,lelah berlarian, aku dan Ve
duduk berdampingan di rerumputan yg
terhampar luas disertai angin sepoi-sepoi sambil melihat pemandangan matahari
senja yg sangat indah....
“haha!capek ya Ve?”
“nggak juga sih,aku seneng hari
ini!” balas Ve dengan riang
“hehe,kapan-kapan kesini lagi
yukk!aku pasti kangen tempat ini,hhaaaahhh” ajakku pada Ve
Tak ada respon dari mulut Ve,setelah
aku menoleh kearahnya,ternyata ia hanya tersenyum saja,bagiku itu adalah jawaban yg cukup untuk
pertanyaan yg telah kuberikan tadi....
“Apakah kau melihat mentari senja?
Ve?”
“iya,seperti apa yg sedang kita berdua
lihat saat ini?kenapa?” Tanya Ve
“dia...sangat indah,apa kau mau jadi
seperti dia?”
“maksudmu?jadi seperti mentari
senja?” Tanya Ve lagi
“iya,tetap sinari dengan indah jalan
menuju cita-citamu ya,agar dapat terwujud!kelak jika sudah tercapai,sinarilah
juga orang-orang yg kamu sayangi,juga orang-orang yg telah menginjakmu selama
ini,sinarilah mereka semua dengan sepenuh hatimu!” jelasku
“ta..pi..mereka benci aku,aku
seperti tak berarti jika ada didekat mereka aku....” kata Ve sedih
“mereka semua juga akan menjadi
bagian dari jalan kesuksesan yg akan kamu raih!percayalah!” kataku
“kamu benar den,jika tak ada mereka
semua,aku tak akan bisa melangkah sejauh ini,sekarang aku mengerti
maksudmu...terima kasih yaa sahabat!” kata Ve sambil tersenyum
“aku janji kita akan bertemu
lagi!ini bukan perpisahan!!!tos dulu!hehe” balasku tersenyum
“aku pegang janjimu den!ayuk
toss!!!”
“pplllaaakkk” suara kedua telapak
tangan aku dan Ve sebagai tanda berakhirnya hari ini dan janji yg telah kita
berdua ucapkan
2 tahun kemudian.........
Sudah lama rasanya aku kembali ke kota ini,kota tempat aku
melaksanakan tes dulu,aku sengaja mampir ke kota ini setelah sekian lama tak
melihatnya lagi,juga ingin menghidupkan kenangan yg dulu pernah ada di kota
ini,saat kembali ke kota ini aku merasa ada yg kurang.....
Aku berdiri di depan sebuah mini
market yg tak asing lagi untukku,tempat dimana aku bertemu sahabatku yg bekerja
sebagi gadis kasir,ku lihat dari luar dia sedang melayani para pelanggan dengan
senyuman yg antusias,aku masih merasa canggung bertemu dengannya sekian
lama,ini waktu yg tidak tepat...
Hari berganti sore,kulihat dia telah
keluar dari mini market tersebut,kupandang dirinya dari seberang jalan,dia
sepertinya pulang lebih awal,ku ikuti gerak-gerik dirinya dari belakang sampai
di jalan yg sepertinya aku kenal dan familiar dengan ingatanku,dan ternyata
benar yg ia tuju adalah tempat favoritnya itu.....
Setelah sampai kulihat ia duduk di
tempat rerumputan luas sambil memandang mentari senja sore yg indah,aku
berjalan perlahan kearahnya,ingin sekali diriku untuk menyapanya setelah 2
tahun tak bertemu...
“bagus banget ya tempat ini,banyak
kenangannya pula?bukankah begitu Ve?” kataku memecah keheningan
“siapa?kamu mengikutiku ya?apa yg
kamu inginkan?” balas Ve tak melirik sedikitpun
“kalau mau menggangu,lebih baik
pergi saja...maaf...” tambah Ve
“.......” aku tertegun,terdiam
sejenak,apa Ve udah lupa?apa hanya pura-pura?dia bahkan tak menolehkan
kepalanya sedikitpun,aku mulai bingung...
“aku.........” kataku terbata-bata
“kangen kamu sahabatku?” kata Ve
tiba-tiba memotong
“............”
“aku....juga...” balasku
Aku hanya tersenyum,ternyata Ve masih ingat padaku,aku
segera duduk disampingnya dan kita berdua melepas rindu sambil memandang
mentari senja indah seperti 2 tahun yg lalu.......
“Apakah kau melihat mentari senja?”
tanyaku pada Ve
“kamu nggak berubah ya?iya,sekarang
aku masih berusaha menjadi mentari senja yg indah itu...aku yakin bisa
menggapai impianku!” balas Ve semangat
“sekarang kamu sudah lebih baik dari
yg dulu...bagus Ve” kataku sambil tersenyum menatap Ve
Kita berdua pun tersenyum sambil
memandang satu sama lain,ditemani oleh keindahan mentari senja yg menyinari
persahabatan aku dan Ve..............
-The
End-
Writer: #DNY
Inspired
by new single JKT48 “Yuuhi wo Miteiruka?”
Thanks
for @JKT48FCIndon

Tidak ada komentar:
Posting Komentar